DaruHIko Kururu

Jumat, 08 April 2011

sastra

teknik ambil gambar dengan handycam

Januari 7, 2010 oleh asiaaudiovisualra09haedarbagir
ini atas kejadian yang saya alaami sendiri…
lalu saya buat kesimpulan, ternyata bnyak teknik yang ambil gambar yang bisa dikembangkan sekreafitas anda…
bebasuntuk mencari tekniknya….
saya punya teknik lucu untuk memperbaiki ambil gambar dengan kamera…
ambil sebuah cermn persegi empat…
lalu coba cermin arahkan kemuka anda, lalu cobalah bermanuver dengan memantulkan kesbuah tempat, misalkan tujan anda dipantulkan ke meja, namun posisi anda tetap duduk, hanya tangan anda yang bergerak…
lalu gerakan tgn anda yg pegang cermin, dan cari objek gambar meja yang akan dipantulkan…
suruh salah satu teman anda untuk melihat hasil gerakan anda, apakah sudah tepat dengan sasaran objek..
mnurut saya ini akan melatih hubungan saraf otak anda dengan gerakan tangan yang mencari objek gambar dengan tanpa anda melihat view finder dr handycam..
selamat mencoba

satelit komunikasi

Juli 6, 2009 oleh asiaaudiovisualra09haedarbagir
Satelit komunikasi adalah sebuah satelit buatan yang ditempatkan di angkasa dengan tujuan telekomunikasi. Satelit komunikasi modern menggunakan orbit geosynchronous, orbit Molniya atau orbit Bumi rendah.
Untuk pelayanan tetap, satelit komunikasi menyediakan sebuah teknologi tambahan bagi kabel komunikasi kapal selam optik fiber. Untuk aplikasi bergerak, seperti komunikasi ke kapal laut dan pesawat terbang, di mana aplikasi teknologi lain, seperti kabel, tidak praktis atau tidak mungkin.

sejarah dan arti satelit

Juli 6, 2009 oleh asiaaudiovisualra09haedarbagir
Satelit adalah benda yang mengorbit benda lain dengan periode revolusi dan rotasi tertentu. Ada dua jenis satelit yakni satelit alam dan satelit buatan. Sisa artikel ini akan berkisar tentang satelit buatan.

Sejarah Satelit

Satelit buatan manusia pertama adalah Sputnik 1, diluncurkan oleh Soviet pada tanggal 4 Oktober 1957, dan memulai Program Sputnik Rusia, dengan Sergei Korolev sebagai kepala disain dan Kerim Kerimov sebagai asistentnya. Peluncuran ini memicu lomba ruang angkasa (space race) antara Soviet dan Amerika.
Sputnik 1 membantuk mengidentifikasi kepadatan lapisan atas atmosfer dengan jalan mengukur perubahan orbitnya dan memberikan data dari distribusi signal radio pada lapisan ionosphere. Karena badan satelit ini diisi dengan nitrogen bertekanan tinggi, Sputnik 1 juga memberi kesempatan pertama dalam pendeteksian meteorit, karena hilangnya tekanan dalam disebabkan oleh penetrasi meteroid bisa dilihat melalui data suhu yang dikirimkannya ke bumi.
Sputnik 2 diluncurkan pada tanggal 3 November 1957 dan membawa awak mahluk hidup pertama ke dalam orbit, seekor anjing bernama Laika.
Pada bulan Mei, 1946, Project Rand mengeluarkan desain preliminari untuk experimen wahana angkasa untuk mengedari dunia, yang menyatakan bahwa, “sebuah kendaraan satelit yang berisi instrumentasi yang tepat bisa diharapkan menjadi alat ilmu yang canggih untuk abad ke duapuluh”. Amerika sudah memikirkan untuk meluncurkan satelit pengorbit sejak 1946 dibawah Kantor Aeronotis angkatan Laut Amerika (Bureau of Aeronautics of the United States Navy). Project RAND milik Angkatan Udara Amerika akhirnya mengeluarkan laporan diatas, tetapi tidak mengutarakan bahwa satelit memiliki potensi sebagai senjata militer; tetapi, mereka menganggapnya sebagai alat ilmu, politik, dan propaganda. Pada tahun 1954, Sekertari Pertahanan Amerika menyatakan, “Saya tidak mengetahui adanya satupun program satelit Amerika.”
Pada tanggal 29 Juli 1955, Gedung Putih mencanangkan bahwa Amerika Serikat akan mau meluncurkan satelit pada musim semi 1958. Hal ini kemudian diketahui sebagai Project Vanguard. Pada tanggal 31 July, Soviets mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan satelit pada musim gugur 1957.
Mengikuti tekanan dari American Rocket Society (Masyarakat Roket America), the National Science Foundation (Yayasan Sains national), and the International Geophysical Year, interest angkatan bersenjata meningkat dan pada awal 1955 Angkatan Udara Amerika dan Angkatan Laut mengerjai Project Orbiter, yang menggunakan wahana Jupiter C untuk meluncurkan satelit. Proyek ini berlangsung sukses, dan Explorer 1 menjadi satelit Amerika pertama pada tanggal 31 januari 1958.
Pada bulan Juni 1961, tiga setengah tahun setelah meluncurnya Sputnik 1, Angkatan Udara Amerika menggunakan berbagai fasilitas dari Jaringan Mata Angkasa Amerika (the United States Space Surveillance Network) untuk mengkatalogkan sejumlah 115 satelit yang mengorbit bumi.
Satelit buatan manusia terbesar pada saat ini yang mengorbit bumi adalah Station Angkasa Interasional (International Space Station)

pengertian animasi

Juli 6, 2009 oleh asiaaudiovisualra09haedarbagir
Animasi, atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian di-”putar” sehingga muncul efek gambar bergerak. Dengan bantuan komputer dan grafika komputer, pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat. Bahkan akhir-akhir ini lebih banyak bermunculan film animasi 3 dimensi daripada film animasi 2 dimensi.
wayang kulit merupakan salah satu bentuk animasi tertua di dunia. Bahkan ketika teknologi elektronik dan komputer belum diketemukan, pertunjukan wayang kulit telah memenuhi semua elemen animasi seperti layar, gambar bergerak, dialog dan ilustrasi musik

pengertian skenario

Juli 6, 2009 oleh asiaaudiovisualra09haedarbagir
DEFINISI SKENARIO
Pengertian UMUM :  Skenario adalah urutan cerita yang disusun oleh seseorang agar suatu peristiwa terjadi sesuai dengan yang diinginkan.
Pengertian KHUSUS : Skenario adalah naskah cerita yang ditulis dengan istilah-istilah kamera yang digunakan sebagai panduan untuk pembuatan sebuah tayangan (Film, Sinema Elektronik/Sinetron, Drama)
TAHAPAN PRODUKSI FILM/SINETRON
Pra-Produksi :
1. Script (Skenario)
2. Casting
3. Budgeting
Produksi:
Shooting
Post-Produksi:
Editing
PROSES KREATIF
- Brainstorming ide di Bengkel Sastra Pamulang (BSP)
- Pembuatan Disain Program
- Diskusi konten
- Revisi disain
- Pengajuan ke PH
- Presentasi ke stasiun TV
PENGAJUAN DISAIN
Ada 2 cara pengajuan disain program:
- Melalui Production House (PH)
- Langsung ke stasiun TV
Melalui PH
- Pengajuan ke bagian kreatif
- Preview oleh bagian kreatif
- Revisi
- Diajukan ke stasiun TV
Langsung ke stasiun TV
- Pengajuan ke bagian program
- Preview oleh bagian program
- Revisi
- Menunjuk PH pelaksana (jika disain disetujui)
PROGRESS Jika naskah melalui PH, maka prosedurnya:
- Naskah diserahkan ke PH
- Preview oleh kreatif
- Revisi
- Diserahkan ke bagian program stasiun TV
- Preview oleh bagian pogram stasiun TV
- Dikembalikan ke PH
- Diserahkan ke penulis untuk revisi
- Revisi oleh penulis
- Siap shooting
PROGRESS Jika naskah langsung ke stasiun TV:
- Pengajuan sinopsis untuk disetujui
- Penulisan skenario
- Diajukan ke bagian program
- Dipreview lalu dikembalikan untuk revisi
- Revisi oleh penulis
- Disetujui bagian program TV
- Diserahkan ke PH
- Siap Shooting

pengertian media komunikasi audio visual

Juli 6, 2009 oleh asiaaudiovisualra09haedarbagir
Pengertian Media Komunikasi dan Audio-Visual
Media berarti wadah atau sarana. Dalam bidang komunikasi, istilah media yang sering kita sebut sebenarnya adalah penyebutan singkat dari media komunikasi. Media komunikasi sangat berperan dalam mempengaruhi perubahan masyarakat. Televisi dan radio adalah contoh media yang paling sukses menjadi pendorong perubahan. Audio-visual juga dapat menjadi media komunikasi. Penyebutan audio-visual sebenarnya mengacu pada indra yang menjadi sasaran dari media tersebut. Media audiovisual mengandalkan pendengaran dan penglihatan dari khalayak sasaran (penonton). Produk audio-visual dapat menjadi media dokumentasi dan dapat juga menjadi media komunikasi. Sebagai media dokumentasi tujuan yang lebih utama adalah mendapatkan fakta dari suatu peristiwa. Sedangkan sebagai media komunikasi, sebuah produk audio-visual melibatkan lebih banyak elemen media dan lebih membutuhkan perencanaan agar dapat mengkomunikasikan sesuatu. Film cerita, iklan, media pembelajaran adalah contoh media audio-visual yang lebih menonjolkan fungsi komunikasi. Media dokumentasi sering menjadi salah satu elemen dari media komunikasi. Karena melibatkan banyak elemen media, maka produk audio-visual yang diperuntukkan sebagai media komunikasi kini sering disebut sebagai multimedia.

pengertian opini publik

Juli 6, 2009 oleh asiaaudiovisualra09haedarbagir
Pengertian Opini Publik
Seperti ilmu sosial lainnya, definisi opini publik (pendapat umum) sulit untuk dirumuskan secara lengkap dan utuh. Ada berbagai definisi yang muncul, tergantung dari sisi mana kita melihatnya :
Ditinjau dari Ilmu Sosiologi, opini publik diartikan sebagai kekuatan yang ada dalam masyarakat (William G. Summer). Di sini kekuatan bukan berasal dari pendapat perorangan, melainkan norma atau mitos yang ada dalam masyarakat. Definisi ini menjelaskan bahwa jika suatu pendapat dianut oleh banyak orang, maka diasumsikan bahwa pendapat itu benar.
Ilmu Komunikasi mendefinisikan opini publik sebagai pertukaran informasi yang membentuk sikap, menentukan isu dalam masyarakat dan dinyatakan secara terbuka. Opini publik sebagai komunikasi mengenai soal-soal tertentu yang jika dibawakan dalam bentuk atau cara tertentu kepada orang tertentu akan membawa efek tertentu pula (Bernard Berelson).
Sementara Ilmu Psikologi mendefinisikan opini publik sebagai hasil dari sikap sekumpulan orang yang memperlihatkan reaksi yang sama terhadap rangsangan yang sama dari luar (Leonard W. Doob)
Sekalipun untuk keperluan teoritik dikenal adanya tiga pendekatan diatas, dalam prakteknya opini publik tidak bisa dipahami hanya dengan menggunakan satu pendekatan saja. Opini publik hanya terbentuk bila ada informasi yang memadai dan warga masyarakat bereaksi terhadap isu tersebut.
Opini publik memiliki karakteristik sebagai berikut :
    1. dibuat berdasarkan fakta, bukan kata-kata
    2. dapat merupakan reaksi terhadap masalah tertentu, dan reaksi itu diungkapkan
    3. masalah tersebut disepakati untuk dipecahkan
    4. dapat dikombinasikan dengan kepentingan pribadi
    5. yang menjadi opini publik hanya pendapat dari mayoritas anggota masyarakat
    6. opini publik membuka kemungkinan adanya tanggapan
    7. partisipasi anggota masyarakat sebatas kepentingan mereka, terutama yang terancam.
    8. memungkinkan adanya kontra-opini.

pengertian tajuk rencana

Juli 6, 2009 oleh asiaaudiovisualra09haedarbagir
Tajuk rencana atau editorial adalah opini berisi pendapat dan sikap resmi suatu media sebagai institusi penerbitan terhadap persoalan aktual, fenomenal, atau kontroversial yang berkembang di masyarakat. Opini yang ditulis pihak redaksi diasumsikan mewakili redaksi sekaligus mencerminkan pendapat dan sikap resmi media yang bersangkutan.
Tajuk rencana mempunyai sifat :
1. Krusial dan ditulis secara berkala, tergantung dari jenis terbitan medianya bisa harian (daily), atau mingguan (weekly), atau dua mingguan (biweekly) dan bulanan (monthly).
2. Isinya menyikapi situasi yang berkembang di masyarakat luas baik itu aspek sosial, politik, ekonomi, kebudayaan, hukum, pemerintahan, atau olah raga bahkan entertainment, tergantung jenis liputan medianya.
3. Memiliki karakter atu konsistensi yang teratur, kepada para pembacanya terkait sikap dari media massa yang menulis tajuk rencana.
4. Terkait erat dengan policy media atau kebijakan media yang bersangkutan. Karena setiap media mempunyai perbedaan iklim tumbuh dan berkembang dalam kepentingan yang beragam, yang menaungi media tersebut.
Karena merupakan suara lembaga maka tajuk rencana tidak ditulis dengan mencantumkan nama penulisnya, seperti halnya menulis berita atau features. Idealnya tajuk rencana adalah pekerjaan, dan hasil dari pemikiran kolektif dari segenap awak media. Jadi proses sebelum penulisan tajuk rencana, terlebih dahulu diadakan rapat redaksi yang dihadiri oleh pemimpin redaksi, redaktur pelaksana serta segenap jajaran redaktur yang berkompeten, untuk menentukan sikap bersama terhadap suatu permasalahan krusial yang sedang berkembang di masyarakat atau dalam kebijakan pemerintahan.
Maka setelah tercapai pokok- pokok pikiran, dituangkanlah dalam sikap yang kemudian dirangkum oleh awak redaksi yang telah ditunjuk dalam rapat. Dalam Koran harian bisanya tajuk rencana ditulis secara bergantian, namun semangat isinya tetap mecerminkan suara bersama setiap jajaran redakturnya. Dalam proses ini reporter amat jarang dilibatkan, karena dinilai dari segi pengalaman serta tanggung jawabnya yang terbatas.
Karakter dan kepribadian pers terdapat sekaligus tercermin dalam tajuk rencana. Tajuk rencana juga mencerminkan dari golongan pers mana media tersebut berasal. Tajuk rencana pers papan atas (middle-high media) atau pers yang berkualitas misalnya memiliki ciri di antaranya :
1. Hati-hati
2. Normatif
3. Cenderung konservatif
4. Sedapat mungkin menghindari pendekatan kritis yang tajam
5. Pertimbangan aspek politis lebih besar dari aspek sosiologis
Namun tajuk rencana dari golongan pers papan tengah ke bawah (middle-low media) berlaku sebaliknya. Ciri tajuk rencana pers papan tengah adalah :
1. Lebih berani
2. Atraktif
3. Progresif
4. Tidak canggung untuk memilih pendekatan kritis yang bersifat tajam dan “tembak langsung”
5. Lebih memilih pendekatan sosiologis daripada pendekatan politis
Perbedaan yang cukup tajam ini karena perusahaan pers papan atas biasanya memiliki kepentingan yang jauh lebih kompleks daripada pers papan tengah ke bawah. Kepentingan yang sifatnya jauh lebih kompleks itulah yang mendorong pers papan atas untuk lebih akomodatif dan konservatif, baik itu dalam kebijakan pemberitaan, serta pernyataan pendapat dan sikap resmi dalam tajuk rencana yang dibuatnya. Itulah konsekuensi logis pers modern sebagai industri padat modal sekaligus padat karya. Kecenderungan perbedaan yang dimiliki oleh pers baik papan atas maupun papan bawah ini juga berlaku universal hampir di semua negara, yang memiliki latar belakang ideology serta kepentingan yang berbeda-beda.

pengertian presenter

Juli 6, 2009 oleh asiaaudiovisualra09haedarbagir

Pembaca berita

Pembaca berita adalah pembawa acara yang berperan membacakan berita. Dalam dunia modern, teknologi memungkinkan para jurnalis melakukan siaran langsung dari lokasi kejadian, sehingga mengurangi peran utama sang pembaca berita.
Sejak tahun 1980an banyak lembaga penyiaran yang berpindah dari sekedar memakai pembaca berita, yang kebanyakan adalah aktor yang sekedar membacakan naskah yang ditulis orang lain dan tidak punya peran dalam peliputan berita. Stasiun seperti TVRI juga berpindah menggunakan penyiar berita yang terlibat dalam pembuatan berita dan bukan sekedar membacakannya.
Penyiar berita
Penyiar berita adalah orang yang menyiarkan program berita dan ia juga bekerja sebagai jurnalis and ikut dalam peliputan berita atau produksi berita, yakni aktif ikut serta dalam membuat naskah berita yang akan dibacakannya. Istilah ini diperkenalkan di tahun 1980an untuk membedakan jurnalis aktif dari pembaca berita, jenis presenter berita sebelumnya.

news anchor berita

news anchor, adalah jurnalis televisi atau radio yang membawakan materi berita, dan sering terlibat memberikan improvisasi komentar dalam siaran langsung. Istilah ini utamanya dipakai di Amerika Serikat dan Kanada. Banyak news anchor terlibat dalam penulisan dan/atau penyuntingan berita bagi program mereka sendiri. News anchor juga mewawancara narasumber di studio atau memandu program diskusi. Banyak juga yang menjadi komentator dalam berbagai program berita.
Istilah anchor (juga anchorperson, anchorman, atau anchorwoman) diperkenalkan oleh produser CBS News Don Hewitt. CBS pertama kali memakainya pada 7 Juli 1952 untuk menjelaskan peran penyiar Walter Cronkite pada saat Konvensi Nasional Partai Demokrat dan Republik.

pengertian teater

Juli 6, 2009 oleh asiaaudiovisualra09haedarbagir
Teater (Bahasa Inggris “theater” atau “theatre”, Bahasa Perancisthéâtre” berasal dari Bahasa Yunani “theatron”, θέατρον, yang berarti “tempat untuk menonton”) adalah cabang dari seni pertunjukan yang berkaitan dengan akting/seni peran di depan penonton dengan menggunakan gabungan dari ucapan, gestur (gerak tubuh), mimik, boneka, musik, tari dan lain-lain. Bernard Beckerman, kepala departemen drama di Univesitas Hofstra, New York, dalam bukunya, Dynamics of Drama, mendefinisikan teater sebagai ” yang terjadi ketika seorang manusia atau lebih, terisolasi dalam suatu waktu/atau ruang, menghadirkan diri mereka pada orang lain.” Teater bisa juga berbentuk: opera, ballet, mime, kabuki, pertunjukan boneka, tari India klasik, Kunqu, mummers play, improvisasi performance serta pantomim.

KOMUNIKASI

KOMUNIKASI


WAKTU: 1 Sesi @ 90 menit


TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Peserta memahami pentingnya komunikasi dalam melaksanakan tugas sehari-hari sebagai perawat dan bidan.

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

1. Peserta dapat mengidentifikasi proses komunikasi
2. Peserta dapat mengidentifikasikan bentuk-bentuk komunikasi
3. Peserta dapat melakukan komunikasi dengan baik.

MATERI

1. Pengertian Komunikasi
2. Tujuan Komunikasi
3. Proses dan Dasar Komunikasi
4. Jenis dan Bentuk Komunikasi
5. Hambatan Komunikasi

METODA

1. Kuliah Singkat
2. Curah Pendapat
3. Kerja Kelompok
4. Diskusi Pleno

RENCANA PEMBELAJARAN


SESI I
BAGIAN A
Topik

Metoda
Waktu :

:
: Pemahaman proses komunikasi untuk meningkatkan pelayanan Perawat dan Bidan
Kuliah singkat
30 menit

BAGIAN B
Topik
Metoda
Waktu :
:
: Diskusi Kelompok
Kerja Kelompok
30 menit

BAGIAN C
Metoda
Waktu :
: Presentasi Hasil Diskusi
30 menit


















MATERI KOMUNIKASI



PENDAHULUAN

Komunikasi adalah keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dimana dapat kita lihat komunikasi dapat terjadi pada setiap gerak langkah manusia. Manusia adalah makhluk sosial yang tergantung satu sama lain dan mandiri serta saling terkait dengan orang lain dilingkungannya. Satu-satunya alat untuk dapat berhubungan dengan orang lain dilingkungannya adalah komunikasi baik secara verbal maupun non verbal ( bahasa tubuh dan isyarat yang banyak dimengerti oleh suku bangsa).

DEFINISI

Istilah komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communis yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya.

Beberapa definisi komunikasi adalah:
1. Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung arti/makna yang perlu dipahami bersama oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi (Astrid).
2. Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan (Roben.J.G).
3. Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain (Davis, 1981).
4. Komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain (Schram,W)
5. Komunikasi adalah penyampaian dan memahami pesan dari satu orang kepada orang lain, komunikasi merupakan proses sosial (Modul PRT, Lembaga Administrasi).

TUJUAN KOMUNIKASI

Hewitt (1981), menjabarkan tujuan penggunaan proses komunikasi secara spesifik sebagai berikut:
1. Mempelajari atau mengajarkan sesuatu
2. Mempengaruhi perilaku seseorang
3. Mengungkapkan perasaan
4. Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain
5. Berhubungan dengan orang lain
6. Menyelesaian sebuah masalah
7. Mencapai sebuah tujuan
8. Menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik
9. Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orng lain

PROSES KOMUNIKASI

Komunikasi merupakan suatu proses yang mempunyai komponen dasar sebagai berikut :

Pengirim pesan , penerima pesan dan pesan

Semua fungsi manajer melibatkan proses komunikasi. Proses komunikasi dapat dilihat pada skema dibawah ini :























Diagram 1 : Proses Komunikasi

1. Pengirim pesan (sender) dan isi pesan/materi
Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseorang dengan harapan dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya. Pesan adalah informasi yang akan disampaikan atau diekspresikan oleh pengirim pesan. Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas.

Materi pesan dapat berupa :
a. Informasi
b. Ajakan
c. Rencana kerja
d. Pertanyaan dan sebagainya


2. Simbol/ isyarat
Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat dipahami oleh orang lain. Biasanya seorang manajer menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata, gerakan anggota badan, (tangan, kepala, mata dan bagian muka lainnya). Tujuan penyampaian pesan adalah untuk mengajak, membujuk, mengubah sikap, perilaku atau menunjukkan arah tertentu.

3. Media/penghubung
Adalah alat untuk penyampaian pesan seperti ; TV, radio surat kabar, papan pengumuman, telepon dan lainnya. Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan yang akan disampaikan, jumlah penerima pesan, situasi dsb.

4. Mengartikan kode/isyarat
Setelah pesan diterima melalui indera (telinga, mata dan seterusnya) maka si penerima pesan harus dapat mengartikan simbul/kode dari pesan tersebut, sehingga dapat dimengerti /dipahaminya.

5. Penerima pesan
Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami pesan dari sipengirim meskipun dalam bentuk code/isyarat tanpa mengurangi arti pesan yang dimaksud oleh pengirim

6. Balikan (feedback)
Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting bagi manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung yang mengandung pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak
Balikan yang diberikan oleh orang lain didapat dari pengamatan pemberi balikan terhadap perilaku maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan menggambarkan perilaku penerima pesan sebagai reaksi dari pesan yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.

7. Gangguan
Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi akan tetapi mempunyai pengaruh dalam proses komunikasi, karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu kita. Gangguan adalah hal yang merintangi atau menghambat komunikasi sehingga penerima salah menafsirkan pesan yang diterimanya.

DASAR KOMUNIKASI
Komunikasi mempunyai dasar sebagai berikut: Niat, Minat, Pandangan, Lekat, Libat.
Niat menyangkut :
 Apa yang akan disampaikan
 Siapa sasarannya
 Apa yang akan dicapai
 Kapan akan disampaikan
Minat, ada dua factor yang mempengaruhi yaitu:
• Faktor obyektif : merupakan rangsang yang kita terima
• Faktor subyektif : merupakan faktor yang menyangkut diri si penerima stimulus
Pandangan, merupakan makna dari informasi yang disampaikan pada sasaran, menafsirkan informasi yang diterima tergantung pada pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan kerangka pikir seseorang.
Lekat, merupakan informasi yang disimpan oleh si penerima.
Libat, merupakan keterlibatan panca indera sebanyak-banyaknya.

JENIS KOMUNIKASI

Pada dasarnya komunikasi digunakan untuk menciptakan atau meningkatkan aktifitas hubungan antara manusia atau kelompok
Jenis komunikasi terdiri dari:
1. Komunikasi verbal dengan kata-kata
2. Komunikasi non verbal disebut dengan bahasa tubuh

1. Komunikasi Verbal mencakup aspek-aspek berupa ;
a. Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi.
b. Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
c. Intonasi suara: akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
d. Humor: dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor adalah merupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
e. Singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.
f. Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang disampaikan.

2. Komunikasi Non Verbal
Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal memberikan arti pada komunikasi verbal.
Yang termasuk komunikasi non verbal :
a. Ekspresi wajah
Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang.
b. Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinterakasi atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan bukan sekedar mendengarkan. Melalui kontak mata juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang lainnya
c. Sentuhan adalah bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.
d. Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
e. Sound (Suara). Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu ungkapan perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi non verbal lainnya sampai desis atau suara dapat menjadi pesan yang sangat jelas.
f. Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas pembicaraan . Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari komunikasi seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan stress bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan stress







BENTUK KOMUNIKASI

Komunikasi sebagai proses memiliki bentuk :

1. Bentuk Komunikasi berdasarkan
a. Komunikasi langsung
Komunikasi langsung tanpa mengguanakan alat.
Komunikasi berbentuk kata-kata, gerakan-gerakan yang berarti khusus dan penggunaan isyarat,misalnya kita berbicara langsung kepada seseorang dihadapan kita.

A-------------------B



b. Komunikasi tidak langsung
Biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat gandakan jumlah penerima penerima pesan (sasaran) ataupun untuk menghadapi hambatan geografis, waktu misalnya menggunakan radio, buku, dll.
Contoh : “ Buanglah sampah pada tempatnya


2. Bentuk komunikasi berdasarkan besarnya sasaran :
a. Komunikasi massa, yaitu komunikasi dengan sasarannya kelompok orang dalam jumlah yang besar, umumnya tidak dikenal.
Komunikasi masa yang baik harus :
Pesan disusun dengan jelas, tidak rumit dan tidak bertele-tele
Bahasa yang mudah dimengerti/dipahami
Bentuk gambar yang baik
Membentuk kelompok khusus, misalnya kelompok pendengar (radio)

b. Komunikasi kelompok
Adalah komunikasi yang sasarannya sekelompok orang yang umumnya dapat dihitung dan dikenal dan merupakan komunikasi langsung dan timbal balik.

Perawat-----   ------Pengunjung puskesmas

c. Komunikasi perorangan.
Adalah komunikasi dengan tatap muka dapat juga melalui telepon.

Perawat-----   ------Pasien


3. Bentuk komunikasi berdasarkan arah pesan :

a. Komunikasi satu arah
Pesan disampaikan oleh sumber kepada sasaran dan sasaran tidak dapat atau tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya, misalnya radio.
A ------------------ B

b. Komunikasi timbal balik.
Pesan disampaikan kepada sasaran dan sasaran memberikan umpan balik. Biasanya komunikasi kelompok atau perorangan merupakan komunikasi timbal balik

HAMBATAN KOMUNIKASI

1. Hambatan dari Proses Komunikasi
• Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.
• Hambatan dalam penyandian/simbol
Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
• Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.
• Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima
• Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima /mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
• Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.

2. Hambatan Fisik
Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan kesehatan, gangguan alat komunikasi dan sebagainya.

3. Hambatan Semantik.
Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima

4. Hambatan Psikologis
Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima pesan.

PENUGASAN

1. Kelas dibagi menjadi empat (4) kelompok
2. Masing-masing kelompok memilih ketua kelompok.
3. Ketua kelompok menugaskan anggota kelompoknya untuk berpasang-pasangan. Masing-masing menanyakan kepada pasangannya tentang :
- Keluarga (anak, istri/suami dll)
- Pendidikan
- Tempat kerja
- Rencana masa depan, termasuk rencana yang berkaitan dengan SPMKK dan tidak boleh dibuat catatan.
4. Setelah itu saling bergantian (10 menit).
5. Setelah itu masuk dalam kelompok kecil dan menceritakan apa yang dia peroleh dari pasangannya (pasangannya tidak boleh berkomentar sebelum selesai penyampaian).
6. Setelah selesai baru diklarifikasi oleh yang bersangkutan (YBS).
7. Terakhir diskusikan apa yang dapat anda peroleh dari permainan diatas
8. Catatan untuk fasilitator :
- Metoda ini untuk melihat :
a. Apakah seseorang dapat menjadi seorang pendengar yang baik
b. Apakah seseorang dapat menyampaikan informasi dengan jelas
- Setelah itu sampaikan “10 Ciri-Ciri Pendengar yang Baik” (lihat.ppt)

KESIMPULAN

Komunikasi dirumuskan sebagai suatu proses penyampaian pesan/informasi diantara beberapa orang. Karenanya komunikasi melibatkan seorang pengirim, pesan/informasi saluran dan penerima pesan yang mungkin juga memberikan umpan balik kepada pengirim untuk menyatakan bahwa pesan telah diterima. Komunikasi adalah suatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dalam berkomunikasi seseorang harus memiliki dasar sebagai berikut; niat, minat, pandangan, lekat, libat. Dalam proses komunikasi kita juga harus ingat bahwa ada hambatan yaitu baik dari pengirim, saluran, penerima dan umpan balik serta hambatan fisik dan psikologis.

Tujuan komunikasi adalah berhubungan dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti apa yang kita sampaikan dalam mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam bekerja sama dengan orang lain. Ada dua jenis komunikasi, yaitu verbal dan non verbal, komunikasi verbal meliputi kata-kata yang diucapkan atau tertulis, sedangkan komunikasi non verbal meliputi bahasa tubuh. Menurut bentuk komunikasi, ada yang disebut komunikasi satu arah dan komunikasi dua arah. Komunikasi satu arah berarti sebuah pesan dikirim dari pengirim ke penerima tanpa ada umpan balik. Komunikasi dua arah terjadi bila pengiriman pesan dilakukan dan mendapatkan umpan balik. Komunikasi berdasarkan besarnya sasaran terdiri dari komunikasi massa, komunikasi kelompok, dan komunikasi perorangan. Sedangkan komunikasi berdasarkan arah pesan terbagi atas; komunikasi satu arah dan komunikasi timbal balik.

EVALUASI
1. Sebutkan tiga pengertian komunikasi yang anda ketahui !
2. Sebutkan tujuan komunikasi !
3. Jelaskan proses komunikasi !
4. Jelaskan komunikasi non verbal yang mempengaruhi isi pesan yang disampaikan!
5. Sebutkan faktor penghambat dalam berkomunikasi.

KEPUSTAKAAN

Ann Marriner,Tomey, Guide to Nursing management and Leadership, Mosby year book Inc 1996

Elaine.L.Monica, Kepemimpinan dan Management Keperawatan ,pendekatan berdasarkan pengalaman, Penerbit buku kedokteran EGC 1998

Roger. B. Ellis Robert,J Gates and Neil kenwarthy, Interpersonal communication in Nursing Theory and Practice, Churcill Livingstone, 1995

Senin, 21 Maret 2011

KARANGAN BADAR


NAMA                        : AHMAD BADARUDIN
NIM                             : 2010 112 094
SEMESTER/ SKS      : II C / 2
MATA KULIAH         : MENULIS LANJUT
DOSEN PENGASUH : DIAN NUZULIA, S.Pd.
MATERI TUGAS II   : MEMBUAT KARANGAN DESKRIPSI
TEMA                         : MENCERITAKAN SUATU KEJADIAN ATAU SUATU
  PERISTIWA, SUATU BENDA, TEMPAT ATAU ORANG
JUDUL                       :
Text Box: D       MATI ?
inginnya subuh kala itu, seakan meremukkan semua tulang di tubuhku, tapi aku harus segera bergegas dan bersiap untuk menuju Palembang, karena liburan akhir semester telah berakhir. Hawa dingin di sekitar membuat semua nafas yang keluar dari mulutku seperti embun yang mengepul. Karbon dioksida yang keluar mengepul dengan hangatnya. Di KOREM Asrama Tentara atau yang biasa dikenal dengan Kompi Markas 144 Curup. Aku berlibur di sana untuk satu minggu penuh menghilangkan rasa penatku yang telah bertumpuk tak karuan dan tak tertahankan.
“Mbak Karlina, aku berangkat dulu ya. Ntar aku ke sini lagi buat liburan.” Pamitku pada kakak perempuanku sambil bicara menggigil kedinginan.
“Iya, hati-hati, jangan tidur di kereta api, nanti barang-barangmu hilang.” Balasnya sambil menasehati agar aku waspada tentunya dengan memberikan uang jajan agar aku tidak kelaparan selama di perjalanan.
Aku pun pamit dan menuju rumah Pak Marjan, sopir mobil yang akan mengantarkanku dari Curup sampai ke Stasiun Linggau yang telah aku pesan sebelumnya. Pak Marjan sebenarnya adalah seorang tentara. Tapi dia mencari seseran.uang sampingan.dengan menjadi sopir mobil travel jurusan Curup-Linggau. Tentunya penghasilannya banyak tapi dia harus melapor kepada komandannya dan membuat surat perjanjian bahwa dua puluh persen penghasilannya harus diberikan pada komandan, itu yang ku dengar. Tapi bukan masalah, karena menurutku penghasilannya tetap jadi banyak, ditambah uang gajinya menjadi tentara tetap ada.
“Dek, nanti ya, tak panaskan dulu mesin mobilnya. Bentar lagi kita berangkat.” Sapanya kepadaku dengan dialek jawanya yang masih kental terdengar.
“Oh, iya Pak De, gak apa.” Jawabku sambil duduk di teras rumahnya yang dingin seperti balok es.
Tidak lama kemudian, akhirnya aku berangkat. Naik mobil tipe L300 berwarna putih yang kelihatannya sudah agak tua tapi mesinnya terdengar halus. Aku pun duduk di depan di sebelah Pak Marjan. Kami tidak langsung menuju Linggau tapi kami harus menjemput para penumpang yang telah memesan sebelumnya terlebih dahulu. Setelah itu lengkaplah sudah! Semua orang yang duduk di dalam mobil berjumlah sembilan orang. Lima orang laki-laki dan empat orang perempuan. Yang duduk di sebelahku adalah seorang ibu dengan anak perempuannya yang masih balita. Posisiku menjadi agak tersingkir dan berubah, duduk di antara ibu dan pak sopir. Apalagi dengan katup AC mobil yang terbuka, membuat aku menggigil kedinginan, tapi langsung ditutup Pak Marjan, ternyata ia juga merasa kedinginan.
Kami tidak langsung pergi, tapi Pak Marjan tiba-tiba memberhentikan mobilnya. Ternyata kami mampir dulu di Pasar Atas.
“Maaf ya, sebentar. Gak lama…” Dengan senyum yang ramah lalu keluar dari mobil.
Kami pun terpaksa harus menunggu sejenak. Lalu Pak Marjan datang. Tenyata ia membeli dua bungkus permen KOPIKO untuk para penumpang agar tidak merasa ngantuk dan bosan. Sopir yang baik. Kami pun melanjutkan perjalanan. Jauh jarak antara Curup menuju Linggau kira-kira dua jam lebih. Lama, tapi menyenangkan, karena panorama alam yang indah. Semua indah dan menakjubkan. Bukit-bukit yang tinggi, perkebunan cabe dan stroberi, beserta sayur-mayur yang tumbuh subur dan masih banyak yang lain. Apalagi persawahan yang begitu subur. Sungguh sangat nikmat di pandang mata. Wajar saja kalau Curup tempat yang paling tepat untuk beristirahat dan berlibur. Belum lagi di tambah dengan tempat pemandian air hangat dan air terjun yang nyaman dan indah. Membuat aku ketagihan dan puas berlibur di Kota Curup.
Jam 07.30. para penumpang di dalam mobil sibuk mengobrol. Aku hanya diam dan pemandangan mataku selalu menuju keluar memperhatikan pemandangan dan jalan yang berliku-liku tajam. Dari arah yang berlawanan, mobil Avanza berwarna hitam melaju dengan kencang. Pak Marjan megendarai mobilnya dengan santai. Tapi tiba-tiba dari belakang mobil Avanza muncul anak SMA bertubuh gemuk yang mengendari motor Beat berwarna hitam memotong mobil dan melaju dengan kencang mengambil jalur ke arah tengah. Tapi…
“DUAAAR….!!!”
“Woy…! Bocah edan…!” Teriak Pak Marjan.
Motor anak SMA itu menabrak sisi samping mobil kami. Pak Marjan langsung berhenti dan bergegas turun, karena ban mobil depan terasa telah pecah. Semua penumpang kaget termasuk aku yang paling duduk di depan menyaksikan kejadiannya. Pak Marjan langsung mengejar anak SMA itu. Aku pun ikut turun dan mengejarnya. Terlihat aspal jalan telah hitam panas bekas ban motor yang mengesot. Motornya telah terguling hancur dan lampu motor beserta spion motor hancur entah kemana. Lalu dimana bocah itu? Tanyaku dalam hati. Ternyata bocah itu telah terlempar sejauh lima belas meter terlempar ke- luar jalur jalan. Bocah itu tidak bergerak. Kaku, apakah ia mati? Hatiku bertanya-tanya bergetar ku rasa. Lalu datang para warga bergerombol menyaksikan peristiwa itu. Beberapa warga mengangkat tubuh bocah itu dengan tubuhnya yang tak bisa bergerak dan kaki kanan dan tangan kirinya terlihat patah, bajunya berlumuran darah dan tanah.
Pak Marjan langsung menyuruh warga di sana untuk menahan motornya dan membawa bocah itu kerumah sakit terdekat. Ternyata bocah itu pingsan. Untunglah. Pak Marjan dengan tangan gemetaran menelpon anaknya di rumah untuk segera ke tempat kejadian menyuruhnya menyelesaikan masalah kejadian tadi. Jelas Pak Marjan tidak bisa menyelesaikan masalah itu sekarang, karena, dia harus mengantar kami ke stasiun. Kami, para penumpang hanya cemas, terlihat Pak Marjan memandangi mobil L300nya yang rusak. Lampu sen sebelah kanannya hancur, spion kacanya pun rusak dan parahnya mobil ban yang tebal itu dapat pecah dan berlubang besar. Pak Marjan hanya geleng-geleng kepala.
“Dasar bocah edan…! Aduh mobilku, rugi aku.” Keluhnya.
Kami pun membantu Pak Marjan memperbaiki ban mobilnya, sementara Pak Marjan mengambil ban serep di belakang bagasi mobil. Kami segera memasangnya dan setelah beberapa menit, akhirnya selesai. Ketegangan mulai agak meredah. Pak Marjan menyuruh kami untuk segera naik mobil dan segera berangkat.
“Maaf ya, tadi ada sedikit ketidak nyamanan. Mudah-mudahan gak terjadi apa-apa lagi. Sekarang kita bisa berangkat lagi.” Ujarnya sambil tersenyum kepada para penumpang.
“Pak De, jangan ngebut Pak De, saya takut.” Ujar ibu yang duduk di belakang.
“iya, kita bakal santai saja melajunya.” Balasnya dengan tersenyum.
Ibu yang duduk di sebelahku kini pindah duduk di belakang, karena anaknya menangis ketakutan. Ya syukurlah, aku juga berterima kasih kepada ibu itu, karena ada kelonggaran tempat duduk. Kami belum melanjutkan perjalanan, tapi kami melapor dulu ke kantor polisi atas kejadian yang telah terjadi. Lalu barulah kami melanjutkan perjalanan kembali. Pak Marjan menghidupkan I-Pod  yang disambungnya di mobil dengan menyetel lagu-lagu tembang kenangan. Oh… lirih hatiku mendengarnya.
Pukul 09.05, kami akhirnya kami sampai di Stasiun Linggau, aku turun dan segera membeli tiket kereta lalu mencari gerbong kereta sesuai tiket kereta. Terduduk aku tentang kejadian kecelakaan yang telah terjadi. Ku pikir bocah itu telah mati. Dan ku pikir di dalam kereta. Menghela nafas panjang sepanjang-panjangnya dan berpikir panjang kami bakal terkena dampak yang besar. Pasti celakalah aku. Andai bocah itu melaju dan menabrak di tengah-tengah mobil kami, tak tau bakal apa yang akan terjadi. Mungkin aku bakal mati…! Aku pun berdoa kepada Allah SWT. Semoga tiada bala bencana dan mala petaka selama perjalanan ini. Amin. Kereta mulai melaju, dengan para penumpang yang tak ku kenal di dalamnya aku hanya diam memandang keluar jendela berharap penuh untuk selamat.



mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm