DaruHIko Kururu

Jumat, 08 April 2011

KOMUNIKASI

KOMUNIKASI


WAKTU: 1 Sesi @ 90 menit


TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Peserta memahami pentingnya komunikasi dalam melaksanakan tugas sehari-hari sebagai perawat dan bidan.

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

1. Peserta dapat mengidentifikasi proses komunikasi
2. Peserta dapat mengidentifikasikan bentuk-bentuk komunikasi
3. Peserta dapat melakukan komunikasi dengan baik.

MATERI

1. Pengertian Komunikasi
2. Tujuan Komunikasi
3. Proses dan Dasar Komunikasi
4. Jenis dan Bentuk Komunikasi
5. Hambatan Komunikasi

METODA

1. Kuliah Singkat
2. Curah Pendapat
3. Kerja Kelompok
4. Diskusi Pleno

RENCANA PEMBELAJARAN


SESI I
BAGIAN A
Topik

Metoda
Waktu :

:
: Pemahaman proses komunikasi untuk meningkatkan pelayanan Perawat dan Bidan
Kuliah singkat
30 menit

BAGIAN B
Topik
Metoda
Waktu :
:
: Diskusi Kelompok
Kerja Kelompok
30 menit

BAGIAN C
Metoda
Waktu :
: Presentasi Hasil Diskusi
30 menit


















MATERI KOMUNIKASI



PENDAHULUAN

Komunikasi adalah keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dimana dapat kita lihat komunikasi dapat terjadi pada setiap gerak langkah manusia. Manusia adalah makhluk sosial yang tergantung satu sama lain dan mandiri serta saling terkait dengan orang lain dilingkungannya. Satu-satunya alat untuk dapat berhubungan dengan orang lain dilingkungannya adalah komunikasi baik secara verbal maupun non verbal ( bahasa tubuh dan isyarat yang banyak dimengerti oleh suku bangsa).

DEFINISI

Istilah komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communis yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya.

Beberapa definisi komunikasi adalah:
1. Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung arti/makna yang perlu dipahami bersama oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi (Astrid).
2. Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan (Roben.J.G).
3. Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain (Davis, 1981).
4. Komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain (Schram,W)
5. Komunikasi adalah penyampaian dan memahami pesan dari satu orang kepada orang lain, komunikasi merupakan proses sosial (Modul PRT, Lembaga Administrasi).

TUJUAN KOMUNIKASI

Hewitt (1981), menjabarkan tujuan penggunaan proses komunikasi secara spesifik sebagai berikut:
1. Mempelajari atau mengajarkan sesuatu
2. Mempengaruhi perilaku seseorang
3. Mengungkapkan perasaan
4. Menjelaskan perilaku sendiri atau perilaku orang lain
5. Berhubungan dengan orang lain
6. Menyelesaian sebuah masalah
7. Mencapai sebuah tujuan
8. Menurunkan ketegangan dan menyelesaian konflik
9. Menstimulasi minat pada diri sendiri atau orng lain

PROSES KOMUNIKASI

Komunikasi merupakan suatu proses yang mempunyai komponen dasar sebagai berikut :

Pengirim pesan , penerima pesan dan pesan

Semua fungsi manajer melibatkan proses komunikasi. Proses komunikasi dapat dilihat pada skema dibawah ini :























Diagram 1 : Proses Komunikasi

1. Pengirim pesan (sender) dan isi pesan/materi
Pengirim pesan adalah orang yang mempunyai ide untuk disampaikan kepada seseorang dengan harapan dapat dipahami oleh orang yang menerima pesan sesuai dengan yang dimaksudkannya. Pesan adalah informasi yang akan disampaikan atau diekspresikan oleh pengirim pesan. Pesan dapat verbal atau non verbal dan pesan akan efektif bila diorganisir secara baik dan jelas.

Materi pesan dapat berupa :
a. Informasi
b. Ajakan
c. Rencana kerja
d. Pertanyaan dan sebagainya


2. Simbol/ isyarat
Pada tahap ini pengirim pesan membuat kode atau simbol sehingga pesannya dapat dipahami oleh orang lain. Biasanya seorang manajer menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata, gerakan anggota badan, (tangan, kepala, mata dan bagian muka lainnya). Tujuan penyampaian pesan adalah untuk mengajak, membujuk, mengubah sikap, perilaku atau menunjukkan arah tertentu.

3. Media/penghubung
Adalah alat untuk penyampaian pesan seperti ; TV, radio surat kabar, papan pengumuman, telepon dan lainnya. Pemilihan media ini dapat dipengaruhi oleh isi pesan yang akan disampaikan, jumlah penerima pesan, situasi dsb.

4. Mengartikan kode/isyarat
Setelah pesan diterima melalui indera (telinga, mata dan seterusnya) maka si penerima pesan harus dapat mengartikan simbul/kode dari pesan tersebut, sehingga dapat dimengerti /dipahaminya.

5. Penerima pesan
Penerima pesan adalah orang yang dapat memahami pesan dari sipengirim meskipun dalam bentuk code/isyarat tanpa mengurangi arti pesan yang dimaksud oleh pengirim

6. Balikan (feedback)
Balikan adalah isyarat atau tanggapan yang berisi kesan dari penerima pesan dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Tanpa balikan seorang pengirim pesan tidak akan tahu dampak pesannya terhadap sipenerima pesan Hal ini penting bagi manajer atau pengirim pesan untuk mengetahui apakah pesan sudah diterima dengan pemahaman yang benar dan tepat. Balikan dapat disampaikan oleh penerima pesan atau orang lain yang bukan penerima pesan. Balikan yang disampaikan oleh penerima pesan pada umumnya merupakan balikan langsung yang mengandung pemahaman atas pesan tersebut dan sekaligus merupakan apakah pesan itu akan dilaksanakan atau tidak
Balikan yang diberikan oleh orang lain didapat dari pengamatan pemberi balikan terhadap perilaku maupun ucapan penerima pesan. Pemberi balikan menggambarkan perilaku penerima pesan sebagai reaksi dari pesan yang diterimanya. Balikan bermanfaat untuk memberikan informasi, saran yang dapat menjadi bahan pertimbangan dan membantu untuk menumbuhkan kepercayaan serta keterbukaan diantara komunikan, juga balikan dapat memperjelas persepsi.

7. Gangguan
Gangguan bukan merupakan bagian dari proses komunikasi akan tetapi mempunyai pengaruh dalam proses komunikasi, karena pada setiap situasi hampir selalu ada hal yang mengganggu kita. Gangguan adalah hal yang merintangi atau menghambat komunikasi sehingga penerima salah menafsirkan pesan yang diterimanya.

DASAR KOMUNIKASI
Komunikasi mempunyai dasar sebagai berikut: Niat, Minat, Pandangan, Lekat, Libat.
Niat menyangkut :
 Apa yang akan disampaikan
 Siapa sasarannya
 Apa yang akan dicapai
 Kapan akan disampaikan
Minat, ada dua factor yang mempengaruhi yaitu:
• Faktor obyektif : merupakan rangsang yang kita terima
• Faktor subyektif : merupakan faktor yang menyangkut diri si penerima stimulus
Pandangan, merupakan makna dari informasi yang disampaikan pada sasaran, menafsirkan informasi yang diterima tergantung pada pendidikan, pekerjaan, pengalaman dan kerangka pikir seseorang.
Lekat, merupakan informasi yang disimpan oleh si penerima.
Libat, merupakan keterlibatan panca indera sebanyak-banyaknya.

JENIS KOMUNIKASI

Pada dasarnya komunikasi digunakan untuk menciptakan atau meningkatkan aktifitas hubungan antara manusia atau kelompok
Jenis komunikasi terdiri dari:
1. Komunikasi verbal dengan kata-kata
2. Komunikasi non verbal disebut dengan bahasa tubuh

1. Komunikasi Verbal mencakup aspek-aspek berupa ;
a. Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi penting dalam berkomunikasi.
b. Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
c. Intonasi suara: akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda. Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
d. Humor: dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan nyeri. Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor adalah merupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
e. Singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat dan jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.
f. Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi, artinya dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang disampaikan.

2. Komunikasi Non Verbal
Komunikasi non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal memberikan arti pada komunikasi verbal.
Yang termasuk komunikasi non verbal :
a. Ekspresi wajah
Wajah merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan suasana emosi seseorang.
b. Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan kontak mata selama berinterakasi atau tanya jawab berarti orang tersebut terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan bukan sekedar mendengarkan. Melalui kontak mata juga memberikan kesempatan pada orang lain untuk mengobservasi yang lainnya
c. Sentuhan adalah bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau simpati dapat dilakukan melalui sentuhan.
d. Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
e. Sound (Suara). Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu ungkapan perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi non verbal lainnya sampai desis atau suara dapat menjadi pesan yang sangat jelas.
f. Gerak isyarat, adalah yang dapat mempertegas pembicaraan . Menggunakan isyarat sebagai bagian total dari komunikasi seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan selama berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan stress bingung atau sebagai upaya untuk menghilangkan stress







BENTUK KOMUNIKASI

Komunikasi sebagai proses memiliki bentuk :

1. Bentuk Komunikasi berdasarkan
a. Komunikasi langsung
Komunikasi langsung tanpa mengguanakan alat.
Komunikasi berbentuk kata-kata, gerakan-gerakan yang berarti khusus dan penggunaan isyarat,misalnya kita berbicara langsung kepada seseorang dihadapan kita.

A-------------------B



b. Komunikasi tidak langsung
Biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat gandakan jumlah penerima penerima pesan (sasaran) ataupun untuk menghadapi hambatan geografis, waktu misalnya menggunakan radio, buku, dll.
Contoh : “ Buanglah sampah pada tempatnya


2. Bentuk komunikasi berdasarkan besarnya sasaran :
a. Komunikasi massa, yaitu komunikasi dengan sasarannya kelompok orang dalam jumlah yang besar, umumnya tidak dikenal.
Komunikasi masa yang baik harus :
Pesan disusun dengan jelas, tidak rumit dan tidak bertele-tele
Bahasa yang mudah dimengerti/dipahami
Bentuk gambar yang baik
Membentuk kelompok khusus, misalnya kelompok pendengar (radio)

b. Komunikasi kelompok
Adalah komunikasi yang sasarannya sekelompok orang yang umumnya dapat dihitung dan dikenal dan merupakan komunikasi langsung dan timbal balik.

Perawat-----   ------Pengunjung puskesmas

c. Komunikasi perorangan.
Adalah komunikasi dengan tatap muka dapat juga melalui telepon.

Perawat-----   ------Pasien


3. Bentuk komunikasi berdasarkan arah pesan :

a. Komunikasi satu arah
Pesan disampaikan oleh sumber kepada sasaran dan sasaran tidak dapat atau tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya, misalnya radio.
A ------------------ B

b. Komunikasi timbal balik.
Pesan disampaikan kepada sasaran dan sasaran memberikan umpan balik. Biasanya komunikasi kelompok atau perorangan merupakan komunikasi timbal balik

HAMBATAN KOMUNIKASI

1. Hambatan dari Proses Komunikasi
• Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.
• Hambatan dalam penyandian/simbol
Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
• Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.
• Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima
• Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima /mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
• Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.

2. Hambatan Fisik
Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain, misalnya: gangguan kesehatan, gangguan alat komunikasi dan sebagainya.

3. Hambatan Semantik.
Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima

4. Hambatan Psikologis
Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima pesan.

PENUGASAN

1. Kelas dibagi menjadi empat (4) kelompok
2. Masing-masing kelompok memilih ketua kelompok.
3. Ketua kelompok menugaskan anggota kelompoknya untuk berpasang-pasangan. Masing-masing menanyakan kepada pasangannya tentang :
- Keluarga (anak, istri/suami dll)
- Pendidikan
- Tempat kerja
- Rencana masa depan, termasuk rencana yang berkaitan dengan SPMKK dan tidak boleh dibuat catatan.
4. Setelah itu saling bergantian (10 menit).
5. Setelah itu masuk dalam kelompok kecil dan menceritakan apa yang dia peroleh dari pasangannya (pasangannya tidak boleh berkomentar sebelum selesai penyampaian).
6. Setelah selesai baru diklarifikasi oleh yang bersangkutan (YBS).
7. Terakhir diskusikan apa yang dapat anda peroleh dari permainan diatas
8. Catatan untuk fasilitator :
- Metoda ini untuk melihat :
a. Apakah seseorang dapat menjadi seorang pendengar yang baik
b. Apakah seseorang dapat menyampaikan informasi dengan jelas
- Setelah itu sampaikan “10 Ciri-Ciri Pendengar yang Baik” (lihat.ppt)

KESIMPULAN

Komunikasi dirumuskan sebagai suatu proses penyampaian pesan/informasi diantara beberapa orang. Karenanya komunikasi melibatkan seorang pengirim, pesan/informasi saluran dan penerima pesan yang mungkin juga memberikan umpan balik kepada pengirim untuk menyatakan bahwa pesan telah diterima. Komunikasi adalah suatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain. Dalam berkomunikasi seseorang harus memiliki dasar sebagai berikut; niat, minat, pandangan, lekat, libat. Dalam proses komunikasi kita juga harus ingat bahwa ada hambatan yaitu baik dari pengirim, saluran, penerima dan umpan balik serta hambatan fisik dan psikologis.

Tujuan komunikasi adalah berhubungan dan mengajak dengan orang lain untuk mengerti apa yang kita sampaikan dalam mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam bekerja sama dengan orang lain. Ada dua jenis komunikasi, yaitu verbal dan non verbal, komunikasi verbal meliputi kata-kata yang diucapkan atau tertulis, sedangkan komunikasi non verbal meliputi bahasa tubuh. Menurut bentuk komunikasi, ada yang disebut komunikasi satu arah dan komunikasi dua arah. Komunikasi satu arah berarti sebuah pesan dikirim dari pengirim ke penerima tanpa ada umpan balik. Komunikasi dua arah terjadi bila pengiriman pesan dilakukan dan mendapatkan umpan balik. Komunikasi berdasarkan besarnya sasaran terdiri dari komunikasi massa, komunikasi kelompok, dan komunikasi perorangan. Sedangkan komunikasi berdasarkan arah pesan terbagi atas; komunikasi satu arah dan komunikasi timbal balik.

EVALUASI
1. Sebutkan tiga pengertian komunikasi yang anda ketahui !
2. Sebutkan tujuan komunikasi !
3. Jelaskan proses komunikasi !
4. Jelaskan komunikasi non verbal yang mempengaruhi isi pesan yang disampaikan!
5. Sebutkan faktor penghambat dalam berkomunikasi.

KEPUSTAKAAN

Ann Marriner,Tomey, Guide to Nursing management and Leadership, Mosby year book Inc 1996

Elaine.L.Monica, Kepemimpinan dan Management Keperawatan ,pendekatan berdasarkan pengalaman, Penerbit buku kedokteran EGC 1998

Roger. B. Ellis Robert,J Gates and Neil kenwarthy, Interpersonal communication in Nursing Theory and Practice, Churcill Livingstone, 1995

Senin, 21 Maret 2011

KARANGAN BADAR


NAMA                        : AHMAD BADARUDIN
NIM                             : 2010 112 094
SEMESTER/ SKS      : II C / 2
MATA KULIAH         : MENULIS LANJUT
DOSEN PENGASUH : DIAN NUZULIA, S.Pd.
MATERI TUGAS II   : MEMBUAT KARANGAN DESKRIPSI
TEMA                         : MENCERITAKAN SUATU KEJADIAN ATAU SUATU
  PERISTIWA, SUATU BENDA, TEMPAT ATAU ORANG
JUDUL                       :
Text Box: D       MATI ?
inginnya subuh kala itu, seakan meremukkan semua tulang di tubuhku, tapi aku harus segera bergegas dan bersiap untuk menuju Palembang, karena liburan akhir semester telah berakhir. Hawa dingin di sekitar membuat semua nafas yang keluar dari mulutku seperti embun yang mengepul. Karbon dioksida yang keluar mengepul dengan hangatnya. Di KOREM Asrama Tentara atau yang biasa dikenal dengan Kompi Markas 144 Curup. Aku berlibur di sana untuk satu minggu penuh menghilangkan rasa penatku yang telah bertumpuk tak karuan dan tak tertahankan.
“Mbak Karlina, aku berangkat dulu ya. Ntar aku ke sini lagi buat liburan.” Pamitku pada kakak perempuanku sambil bicara menggigil kedinginan.
“Iya, hati-hati, jangan tidur di kereta api, nanti barang-barangmu hilang.” Balasnya sambil menasehati agar aku waspada tentunya dengan memberikan uang jajan agar aku tidak kelaparan selama di perjalanan.
Aku pun pamit dan menuju rumah Pak Marjan, sopir mobil yang akan mengantarkanku dari Curup sampai ke Stasiun Linggau yang telah aku pesan sebelumnya. Pak Marjan sebenarnya adalah seorang tentara. Tapi dia mencari seseran.uang sampingan.dengan menjadi sopir mobil travel jurusan Curup-Linggau. Tentunya penghasilannya banyak tapi dia harus melapor kepada komandannya dan membuat surat perjanjian bahwa dua puluh persen penghasilannya harus diberikan pada komandan, itu yang ku dengar. Tapi bukan masalah, karena menurutku penghasilannya tetap jadi banyak, ditambah uang gajinya menjadi tentara tetap ada.
“Dek, nanti ya, tak panaskan dulu mesin mobilnya. Bentar lagi kita berangkat.” Sapanya kepadaku dengan dialek jawanya yang masih kental terdengar.
“Oh, iya Pak De, gak apa.” Jawabku sambil duduk di teras rumahnya yang dingin seperti balok es.
Tidak lama kemudian, akhirnya aku berangkat. Naik mobil tipe L300 berwarna putih yang kelihatannya sudah agak tua tapi mesinnya terdengar halus. Aku pun duduk di depan di sebelah Pak Marjan. Kami tidak langsung menuju Linggau tapi kami harus menjemput para penumpang yang telah memesan sebelumnya terlebih dahulu. Setelah itu lengkaplah sudah! Semua orang yang duduk di dalam mobil berjumlah sembilan orang. Lima orang laki-laki dan empat orang perempuan. Yang duduk di sebelahku adalah seorang ibu dengan anak perempuannya yang masih balita. Posisiku menjadi agak tersingkir dan berubah, duduk di antara ibu dan pak sopir. Apalagi dengan katup AC mobil yang terbuka, membuat aku menggigil kedinginan, tapi langsung ditutup Pak Marjan, ternyata ia juga merasa kedinginan.
Kami tidak langsung pergi, tapi Pak Marjan tiba-tiba memberhentikan mobilnya. Ternyata kami mampir dulu di Pasar Atas.
“Maaf ya, sebentar. Gak lama…” Dengan senyum yang ramah lalu keluar dari mobil.
Kami pun terpaksa harus menunggu sejenak. Lalu Pak Marjan datang. Tenyata ia membeli dua bungkus permen KOPIKO untuk para penumpang agar tidak merasa ngantuk dan bosan. Sopir yang baik. Kami pun melanjutkan perjalanan. Jauh jarak antara Curup menuju Linggau kira-kira dua jam lebih. Lama, tapi menyenangkan, karena panorama alam yang indah. Semua indah dan menakjubkan. Bukit-bukit yang tinggi, perkebunan cabe dan stroberi, beserta sayur-mayur yang tumbuh subur dan masih banyak yang lain. Apalagi persawahan yang begitu subur. Sungguh sangat nikmat di pandang mata. Wajar saja kalau Curup tempat yang paling tepat untuk beristirahat dan berlibur. Belum lagi di tambah dengan tempat pemandian air hangat dan air terjun yang nyaman dan indah. Membuat aku ketagihan dan puas berlibur di Kota Curup.
Jam 07.30. para penumpang di dalam mobil sibuk mengobrol. Aku hanya diam dan pemandangan mataku selalu menuju keluar memperhatikan pemandangan dan jalan yang berliku-liku tajam. Dari arah yang berlawanan, mobil Avanza berwarna hitam melaju dengan kencang. Pak Marjan megendarai mobilnya dengan santai. Tapi tiba-tiba dari belakang mobil Avanza muncul anak SMA bertubuh gemuk yang mengendari motor Beat berwarna hitam memotong mobil dan melaju dengan kencang mengambil jalur ke arah tengah. Tapi…
“DUAAAR….!!!”
“Woy…! Bocah edan…!” Teriak Pak Marjan.
Motor anak SMA itu menabrak sisi samping mobil kami. Pak Marjan langsung berhenti dan bergegas turun, karena ban mobil depan terasa telah pecah. Semua penumpang kaget termasuk aku yang paling duduk di depan menyaksikan kejadiannya. Pak Marjan langsung mengejar anak SMA itu. Aku pun ikut turun dan mengejarnya. Terlihat aspal jalan telah hitam panas bekas ban motor yang mengesot. Motornya telah terguling hancur dan lampu motor beserta spion motor hancur entah kemana. Lalu dimana bocah itu? Tanyaku dalam hati. Ternyata bocah itu telah terlempar sejauh lima belas meter terlempar ke- luar jalur jalan. Bocah itu tidak bergerak. Kaku, apakah ia mati? Hatiku bertanya-tanya bergetar ku rasa. Lalu datang para warga bergerombol menyaksikan peristiwa itu. Beberapa warga mengangkat tubuh bocah itu dengan tubuhnya yang tak bisa bergerak dan kaki kanan dan tangan kirinya terlihat patah, bajunya berlumuran darah dan tanah.
Pak Marjan langsung menyuruh warga di sana untuk menahan motornya dan membawa bocah itu kerumah sakit terdekat. Ternyata bocah itu pingsan. Untunglah. Pak Marjan dengan tangan gemetaran menelpon anaknya di rumah untuk segera ke tempat kejadian menyuruhnya menyelesaikan masalah kejadian tadi. Jelas Pak Marjan tidak bisa menyelesaikan masalah itu sekarang, karena, dia harus mengantar kami ke stasiun. Kami, para penumpang hanya cemas, terlihat Pak Marjan memandangi mobil L300nya yang rusak. Lampu sen sebelah kanannya hancur, spion kacanya pun rusak dan parahnya mobil ban yang tebal itu dapat pecah dan berlubang besar. Pak Marjan hanya geleng-geleng kepala.
“Dasar bocah edan…! Aduh mobilku, rugi aku.” Keluhnya.
Kami pun membantu Pak Marjan memperbaiki ban mobilnya, sementara Pak Marjan mengambil ban serep di belakang bagasi mobil. Kami segera memasangnya dan setelah beberapa menit, akhirnya selesai. Ketegangan mulai agak meredah. Pak Marjan menyuruh kami untuk segera naik mobil dan segera berangkat.
“Maaf ya, tadi ada sedikit ketidak nyamanan. Mudah-mudahan gak terjadi apa-apa lagi. Sekarang kita bisa berangkat lagi.” Ujarnya sambil tersenyum kepada para penumpang.
“Pak De, jangan ngebut Pak De, saya takut.” Ujar ibu yang duduk di belakang.
“iya, kita bakal santai saja melajunya.” Balasnya dengan tersenyum.
Ibu yang duduk di sebelahku kini pindah duduk di belakang, karena anaknya menangis ketakutan. Ya syukurlah, aku juga berterima kasih kepada ibu itu, karena ada kelonggaran tempat duduk. Kami belum melanjutkan perjalanan, tapi kami melapor dulu ke kantor polisi atas kejadian yang telah terjadi. Lalu barulah kami melanjutkan perjalanan kembali. Pak Marjan menghidupkan I-Pod  yang disambungnya di mobil dengan menyetel lagu-lagu tembang kenangan. Oh… lirih hatiku mendengarnya.
Pukul 09.05, kami akhirnya kami sampai di Stasiun Linggau, aku turun dan segera membeli tiket kereta lalu mencari gerbong kereta sesuai tiket kereta. Terduduk aku tentang kejadian kecelakaan yang telah terjadi. Ku pikir bocah itu telah mati. Dan ku pikir di dalam kereta. Menghela nafas panjang sepanjang-panjangnya dan berpikir panjang kami bakal terkena dampak yang besar. Pasti celakalah aku. Andai bocah itu melaju dan menabrak di tengah-tengah mobil kami, tak tau bakal apa yang akan terjadi. Mungkin aku bakal mati…! Aku pun berdoa kepada Allah SWT. Semoga tiada bala bencana dan mala petaka selama perjalanan ini. Amin. Kereta mulai melaju, dengan para penumpang yang tak ku kenal di dalamnya aku hanya diam memandang keluar jendela berharap penuh untuk selamat.



mmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm

JENIS-JENIS SASTRA

"JENIS-JENIS SASTRA"
SASTRA

PUISI

Adalah tulisan atau salah satu hasil karya sastra yang berisi pesan yang
memiliki arti yang luas. Untuk mengetahui makna yang terkandung di dalam
sebuah puisi, seseorang perlu mengartikan dan memahami betul secara detil
maksud kata-kata yang ada dalam bait-bait puisi.

Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.

PUISI LAMA

Ciri-ciri puisi lama:

* Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya.
* Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.
* Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.

Yang termasuk puisi lama adalah:

* Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
* Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda-mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka.
* Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.
* Seloka adalah pantun berkait.
* Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat.
* Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.
* Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.


PUISI BARU

Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama, baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima. Menurut isinya, puisi baru dibedakan atas:

* Balada adalah puisi berisi kisah/cerita.
* Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan.
* Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa.
* Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup.
* Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih.
* Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan.
* Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik.

PROSA

Prosa adalah suatu jenis tulisan yang berbeda dengan puisi karena variasi ritme
(rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan
arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin " prosa" yang artinya "terus
terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu
fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah,
novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya. Prosa biasanya
dibagi menjadi empat jenis: prosa naratif, prosa deskriptif, prosa eksposisi, dan
prosa argumentatif.

Prosa dibagi menjadi dua, yaitu Roman dan Novel.
Roman adalah cerita yang mengisahkan tokoh sejak lahir sampai meninggal,
Sedangkan novel hanya mengisahkan sebagian kehidupan tokoh yang mengubah
nasibnya.

Istilah roman mulai berkembang sejalan dengan munculnya karya sastra
Indonesia modern sejak Balai Pustaka. Pada periode tersebut, terbit karya-karya
sastra yang monumental seperti Siti Nurbaya, Salah Asuhan, Sengsara Membawa
Nikmat, dan sebagainya. Karya-karya prosa itu disebut roman-roman periode
Balai Pustaka. Pada periode selanjutnya yaitu periode Pujangga Baru, muncul
pula karya sastra prosa yang disebut roman seperti Layat Terkembang, Belenggu,
dan sebagainya.

Pada saat itu, istilah novel belum popular. Bahkan, karya-karya Hamka pun
seperti Di Bawah Lindungan Kabah dan Tenggelamnya kapal Van der Wijk yang terbit
setelah periode 1945 masih digolongkan ke dalam roman meskipun saat itu
istilah novel mulai dikenal. Buku-buku yang menggunakan istilah roman di
antaranya Roman dalam Masa Pertumbuhan Kesusastraan Indonesia Modern
karangan Aning Retnaningsih, Ikhtisar Sejalan Sastra Indonesia karya Ajip Rosidi,
Sastra Indonesia Pengantar Teori dan Apresiasi karangan Liberatus Tengsoe
Tjahyono. Sedangkan novel mulai banyak dibicarakan sekitar tahun 50-an.

Ciri Novel yang membedakannya dengan karya sastra lainnya :
1. Novel adalah karya sastra berjenis narasi.
2. Novel adalah karya sastra berbentuk prosa.

A. Jenis-jenis Prosa
1. Dongeng
Dongeng merupakan cerita yang banyak diwarnai peristiwa yang tidak masuk akal atau tidak mungkin terjadi. Contoh: Pangeran Buruk Rupa, Si Kancil dan Buaya
2. Cerpen
Cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk prosa.
3. Novel
Novel adalah karya imajinatif yang mengisahkan sisi utuh atas problematika kehidupan seseorang atau beberapa orang tokoh.
4. Biografi
Biografi adalah riwayat yang ditulis oleh orang lain.
5. Esai
Esai merupakan karangan yang berisi ujaran populer dan dengan pola penyajian yang bersifat santai. Ulasan-ulasannya bersifat pribadi, akrab, dan asyik dibaca layaknya obrolan biasa.

6. Kritik
Kritik merupakan tanggapan atau pertimbangan atas baik buruknya suatu karya (puisi, cerepn, drama, dsb). Kritik biasanya disertai dengan analisis dan kesimpulan-kesimpulan.
7. Artikel
Artikel adalah karya tulis lengkap yang dimuat di Koran, majalah, atau internet.


DRAMA

Drama adalah suatu aksi atau perbuatan (bahasa yunani). Sedangkan dramatik adalah jenis karangan yang dipertunjukkan dalan suatu tingkah laku, mimik dan perbuatan. Sandiwara adalah sebutan lain dari drama di mana sandi adalah rahasia dan wara adalah pelajaran. Orang yang memainkan drama disebut aktor atau lakon.
Drama menurut masanya dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu drama baru dan drama lama.

1. Drama Baru / Drama Modern
Drama baru adalah drama yang memiliki tujuan untuk memberikan pendidikan kepada mesyarakat yang umumnya bertema kehidupan manusia sehari-hari.

2. Drama Lama / Drama Klasik
Drama lama adalah drama khayalan yang umumnya menceritakan tentang kesaktian, kehidupan istanan atau kerajaan, kehidupan dewa-dewi, kejadian luar biasa, dan lain sebagainya.

Macam-Macam Drama Berdasarkan Isi Kandungan Cerita :

1. Drama Komedi
Drama komedi adalah drama yang lucu dan menggelitik penuh keceriaan.

2. Drama Tragedi
Drama tragedi adalah drama yang ceritanya sedih penuh kemalangan.

3. Drama Tragedi Komedi
Drama tragedi-komedi adalah drama yang ada sedih dan ada lucunya.

4. Opera
Opera adalah drama yang mengandung musik dan nyanyian.

5. Lelucon / Dagelan
Lelucon adalah drama yang lakonnya selalu bertingkah pola jenaka merangsang gelak tawa penonton.

6. Operet / Operette
Operet adalah opera yang ceritanya lebih pendek.

7. Pantomim
Pantomim adalah drama yang ditampilkan dalam bentuk gerakan tubuh atau bahasa isyarat tanpa pembicaraan.

8. Tablau
Tablau adalah drama yang mirip pantomim yang dibarengi oleh gerak-gerik anggota tubuh dan mimik wajah pelakunya.

9. Passie
Passie adalah drama yang mengandung unsur agama / relijius.

10. Wayang
Wayang adalah drama yang pemain dramanya adalah boneka wayang. Dan lain sebagainya.