DaruHIko Kururu

Senin, 21 Maret 2011

WAWANCARA


1.1.                     PENGERTIAN WAWANCARA
          Wawancara berasal dari kata lawan dan acara yang berarti berbicara secar berlawanan (ada yang bertanya dan ada yang menjawab. Jadi wawancara adalah percakapan antara dua orang atau lebih dengan tujuan untuk mendapatkan informasi.
          Wawancara merupakan salah satu teknik di dalam mendapatkan informasi dengan cara berbicara secara berlawanan antara narasumber dan wartawan. Wartawan adalah orang yang mencari berita yang bekerja di bidang jurnalistik.
          Peran wawancara adalah bertindak sebagai moderator untuk menjaga agar diskusi tetap berjalan dengan menanyakan pertanyaan pertanyaan yang berhubungan sampai ia mendapatkan jawaban tepat dari responden.

1.2.                     JENIS-JENIS WAWANCARA
1.  Wawancara Bebas adalah wawancara yang susunan pertanyaannya tidak ditentukan lebih dahulu dan pembicaraannya bergantung kepada suasana wawancara.
2.  Wawancara Individual adalah wawancara yang dilakukan oleh seseorang (pewawancara) dng responden tunggal atau wawancara secara perseorangan.
3.  Wawancara  Kelompok adalah wawancara yang dilakukan terhadap sekelompok orang dalam waktu yg bersamaan.
4.  Wawancara Konferensi adalah wawancara antara seorang pewawancara dan sejumlah responden atau wawancara antara sejumlah pewawancara dan seorang responden.
5.  Wawancara  Terbuka adalah wawancara yang berdasarkan pertanyaan yang tidak terbatas (tidak terikat) jawabannya.
6.  Wawancara Terpimpin adalah wawancara dengan memakai pertanyaan yang sudah disiapkan sebelumnya.
7.  Wawancara Tertutup  adalah wawancara yang berdasarkan pertanyaan yang terbatas jawabannya.
Text Box: Ket: 
Ber•wa•wan•ca•ra v mengadakan tanya jawab atau wawancara (seperti wawancara antara wartawan dan pejabat atau antara pejabat dan anggota masyarakat setempat) mengenai hal-hal yang dianggap penting untuk diketahui;
Me•wa•wan•ca•rai v meminta keterangan atau pendapat seseorang mengenai suatu hal: wartawan itu sedang ~ beberapa orang pengungsi korban keganasan perang; 
Ter•wa•wan•ca•ra n orang yg diwawancarai;  
Pe•wa•wan•ca•ra n orang yg mewawancarai
 









1.3.  PERSYARATAN IDEAL PEWAWANCARA
1.    Menguasai isu / topik yang digali.
2.    Mampu menggali secara terstruktur dan terarah.
3.    Mampu bertanya secara jelas, mudah dipahami , tidak berbeli belit.
4.    Bersedia mendangarkan dan mampu memberi rasa aman dan nyaman kepada yang diwawancarai.
5.    Empatik , mampu membaca apa yang tersirat dan  tersurat dari orang yang diwawancarai.
6.    Berpikiran terbuka, welcome terhadap pandangan pandangan subjek.
7.    Tahu informasi apa yang harus dicari / digali, mampu mengenali jalannya wawancara.
8.    Cukup kritis terhadap jawaban subjek sehingga mampu mengembangkan pertanyaan berikutnya.
9.    Mampu mengingat dengan baik apa yang telah dibicarakan sehingga pembicaraan selalu nyambung.
10.  Mampu menyerap dan menginterpretasi jawaban-jawaban subjek sehingga dapat mengembangkan pertanyaan lebih lanjut.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pewawancara ketika mewawancarai narasumber:
1.      Berikan kesan yang baik, yaitu datang tepat waktu sesuai perjanjian
2.      Mulailah wawancara dengan pertanyan yang ringan-ringan bersifat umum
3.      Hindarkan pertanyaan-pertanyaan yang berbelit-belit.
4.      Perhatikan gaya berbicara, sikap, berpakaian, juga volume suara yang menimbulkan kesan simpatik.
5.      Ajukan pertanyaan-pertanyaan dengan kalimat yang pendek agar yang diwawancarai dapat menangkap apa yang ditanyakan.
6.      Pewawancara harus pandai mengambil kesimpulan, artinya tidak semua jawaban dicatat.
7.      Jangan meminta pengulangan dari yang diwawancarai.
8.      Berikan kesan yang baik setelah selesai melakukan wawancara
Persiapan-persiapan yang perlu dilakukan sebelum mengadakan wawancara adalah: 
1.      Apabila yang akan diwawancarai termasuk orang yang sibuk, sebelumnya harus ditanyakan, apakah  ia bersedia diwawancara, tanyakan hari, tanggal dan jam wawancara
2.      Buatlah daftar pertanyaan. Tulis selama hal yang akan ditanyakan sehingga tidak menyimpang dari masalah pokok.
3.       Sediakan catatan untuk semua jawaban. Bila perlu boleh menggunakan alat perekam.

Sabtu, 29 Januari 2011

GILA

Cerpen :
Gila

“Kitty, malam ini kita makan apa ya? “ Tanya Gina pada kucing kesayangannya.
“Lagi pula kita kan Cuma berdua, mama sama papa pergi , aku suntuk dirumah , Cuma kamu yang nemenin aku ”.
Hari semakin sore, terlihat diperaduan awan yang menghitam mendung tampak menggelegar petir menyambar sore itu, tapi Gina masih memeluk kucing kesayangannya sambil menonton televisi.
“Selamat sore, dua hari yang lalu di Rumah Sakit Jiwa Nusantara telah terjadi pelepasan pasien , banyak pasien yang telah kabur, sampai saat ini polisi dan satpam rumah sakit masih mengejar para pasien. Diharapkan para masyarakat selalu dirumah dan mengunci pintu, karena terdpat pasien gila yang suka membunuh. Diperkirakan salah satu pasien menuju Jl. Kapuas. Harap berhati-hati. Sekian berita Headline News”.
Gina terkejut dan takut mendengar berita itu , karena Jl. Kapuas adalah jalan rumahnya. Tiba-tiba!
“Ting-tong….!”
Terkejut Gina mendengar bel rumah berbunyi. Ia melihat ke kaca pintu rumah. Dan Gina pun bertanya.
“Siapa itu?” dengan perasaan cemas ia bertanya.
“Apakah ini rumah Bapak Ryntoro?” balik bertanya sang pemencet bel.
“Bukan, ini rumah Bapak Darno, anda siapa?” jawab Gina dan bertanya ulang .
“Saya Ridwan, saya anak buah dari Pak Ryntoro, saya kira ini rumahnya, karena saya ditugaskan mengantar berkas-berkas penting kerumahnya. Karena sudah dua hari Beliau tidak masuk kantor.” Jawab lelaki itu.
“Oh… tapi maaf ini bukan rumah yang anda maksud, mungkin anda salah rumah ? mungkin rumahnya ada di sebelah?”Diam sejenak lelaki itu.
“Kalau begitu terima kasih nona, mungkin benar saya salah rumah. Maaf sudah mengganggu”
“Sama-sama”
Lelaki itu pun pergi sejenak, melihat dan menoleh samping kiri dan kanan rumah, tapi tidak ada satupun rumah yang ada disana, hanya perkebunan dan hutan.
“Lah! tidak ada rumah lagi disini…? Ah aneh juga wanita itu, tadi bilangnya ada rumah disamping, tapi hanya hutan dan kebun ubi? Heran lelaki itu .
Lalu lelaki itu pun kembali kerumah Gina dan menekan bel rumah itu kembali.
“Ting-tong ….Ting-tong!!!”
“Aduh siapa lagi sih, mengganggu saja.” Gina pun kembali melihat dan mengintip kaca jendela.
“Kenapa dia kembali lagi?” pikirnya dalam hati dan ia pun berkata padanya.
“Hei kenapa kau kembalai lag?” dengan meninggikan suaranya yang agak kesal.
“Oh maaf nona saya sudah mengganggu lagi. Tapi saya hanya ingin bertanya, kenapa tak ada rumah disekitar sini? Kata nona tadi rumahnya ada disebelah? Tanya lelaki itu .
“Memang tak ada rumah disekitar sini , tapi mungkin kau salah alamat!!” jawab Gina dengan kasar.
“Hmm..ya mungkin nona benar... aduh kenapa bodohnya aku ya, maafkan aku nona sudah mengganggu mu.”
“ Ada-ada saja lelaki itu , dasar aneh”
Lelaki itu pun pergi dan menuju mobilnya. Gina kembali melanjutkan menonton televisinya bersam Kitty kucing manisnya.
Awanpun terlihat semakin menghitam dan langit memancarkan cahaya yang diiringgi seruan petir yang menggelegar. Hujan pun turun dengan derasnya, tapi lelaki itu masih sibuk diluar mobilnya karena mencari kunci mobilnya.
“Aduh dimana kunci mobilku?” sibuk ia mencari. Dan …
“wah! payah! masih tersangkut didalam mobil… dasar bodoh, bagaimana ini? Aku harus berteduh dulu, terpaksa aku haruis kembali kerumah itu lagi”
Dengan cepat lelaki itu berlari menuju rumah gadis itu dan menekan bel kembali
“Ting-tong!!”
Berlari Gina menuju pintu depan rumah sambil berkata “siapa lagi sih? Benar-benar mengganggu?”
“Maaf nona ini saya lagi, boleh kah saya masuk ? saya tidak bisa pergi sekarang karena kunci mobil saya tertinggal didalam mobil saya. Tolonglah nona saya disini kehujanan” memohon lelaki itu pada gina.
“Tidak! anda tidak boleh masuk!” tegas gina menjawab.
“Baiklah saya tidak akan masuk, tapi izinkan saya brteduh dan meminjam handuk, karena saya bisa sakit bila basah begini.”
“Hmmm (berpikir sejenak). baiklah, akan kuambilkan handuk, tunggu sebentar”
Gina pun ke belakang mengambilkan handuk untuk lelaki itu.
“Ini ambilah”
“Terima kasih nona.” Dengan segera gina menutup pintu rumahnya dan menguncinya, ia pun menuju kedapur karena merasa lapar.
Tiba-tiba petir menggelegar dan membuat lampu lisrik rumah itu padam, tapi hidup kembali. Tapi, terdengar teriakan gina dari belakang rumah.
“Aaaaaghhhhh……!!!!!” teriak gina secara histeris. Terkejut Gina meliaht kucing kesayangannya tiba-tiba mati dengan darah yang mengalir deras dari tubuh kucing itu. Tiba-tiba lelaki itu muncul dari belakang rumah sambil melihat dari kaca rumah belakang. Ginapun berteriak lagi melihat lelaki itu muncul secra tiba-tiba
“ Aaaa….!!!”
“Pasti kau yang telah membunuh kucingku? Apa yang kau lakukan disini? kau pasti orang gila yang sedan dicari polisi di berita tadi??? Tuduh gina pada lelaki itu.
“Hei… bukan! bukan saya nona yang membunuh kucing mu saya saja berada diluar rumah, jadi mana mungkin saya yang membunuhnya!” Cemas lelaki itu menjawab pertanyaan yang dilontarkan gina secara mendadak.
“Lalu siapa? siapa yang bisa membunuhnya? ini kucing kesayanganku! Siapa lagi yang ada dirumah ini? hanya kau dan aku!”
“Ya tapi bukan saya nona! Sungguh!”
Menangis Gina melihat kucingnya mati. Dan lelaki itu pun memberikan saran yang tak terduga pada Gina.
“Nona biarkan saya masuk, agar saya bisa melindungimu dari pembunuh kucingmu itu!”
Ginapun menanggapi omongannya.
“Baiklah, tapi ingat! jangan dekat-dekat padaku” ancam gina dengan masih rasa tak percaya.
“Baik, tenang saja saya tidak akan berbuat yang macam-macam padamu”
Lelaki itu pun masuk rumah dan duduk didepan televisi sambil memakan kudapan yang sudah ada dimeja.
“Nona, bisakah saya meminta minum? Saya haus sekali” minta lelaki itu sambil terbatuk-betuk karena memakan kudapan.
“Baiklah tapi ingat jangan sentuh apapun yang ada dirumah ini”
Ginapun segera mengambilkan segelas air minum kedapur. Dari kejauhan ia melihat dan mendengar lelaki itu menari-nari dan menyanyi didalam rumahnya, semakin takut ia melihatnya dengan gemetar ia berikan air minum pada lelaki itu.
“Ini minumlah” gugup memberikan.
“Terima kasih cantik…emmmm segarnya….!! Ngomong-ngomong kita belum berkenalan, siapa nama nona?” Tanya lelaki itu pada nya
“Namaku Gin… Gina....” terbata-bata ia mengucapkan karena takut.
“Perkenalkan saya Ridwan” jawabnya
“Ya saya sudah tahu tadi “
“Oh iya ya… tapi dirumah sebesar ini, dimana keluarga nona yang lain? Kelihatannya sepi sekali dirumah ini?” Tanya lelaki itu
“Keluargaku saat ini sedang pergi ke Bandung ada acara disana akan kembali satu bulan lagi” jawabnya
Mereka pun saling diam, detik demi detik berlalu jam demi jam berlanjut, tapi hujan tak reda sedikitpun. Seolah kesunyian menghampiri dengan kesuraman panjang. Tiba-tiba !
“Ting-tong!” terdengar suara bel berbunyi, ketegangan kembali berlanjut. Mereka bersiap-siap didepan pintu sambil mengendap-endap dan bertanya
“Siapa itu ?” orang itu pun menjawab ” Maaf , bolehkah saya masuk? Saya seorang polisi!mobil saya mogok didepan, jadi saya cari tempat berlindung dan kebetulan ada rumah mu”
Dilihat gina lelaki itu dari jendela kaca, dan ternyata seorang lelaki berambut gondrong dan menyeramkan, tanpa berpikir panjang karena takut yang mereka kira adalah seorang pembunuh gila, Gina menyuruhnya masuk tapi Ridwan sudah siap-siap akan memukulnya.
“Baiklah silahkan masuk” Dengan cepat Ridwan memukul kepalanya, tapi lelaki itu sempat mengelak hanya mengenai tangan kanannya.
“Hey apa yang kalian lakukan? Saya ini seorang polisi!” dengan marah ia katakana.
“Buktikan kalau kau benar seorang polisi” bantah ridwan
“Baiklah ini nomor identitas polisiku dan kartu polisiku! Bila kalian masih tidak percaya silahkan telpon kantor polisi sekarang tanyakan nama Sultan Suryandi dan sebut kan nomor identitasku “
Dengan cepat Gina menelpon kantor polisi
“Hallo selamat sore pak, apakah ada polisi yang bernama sultan Suryandi dengan identitas *****(diam sejenak) Apa !!? ya terima kasih pak”
“Hey bagaimana? apa kau sudah percaya?” Tanya lelaki yang mengaku sebagai polisi itu pada Gina. “Hei Gina apa katanya” Ridwanpun kembali bertanya.
“Katanya tidak ada nama mu disana “ jawab Gina
“Apa!!!?? Tidak mungkin ?? coba telpon lagi ! saya ini benar seorang polisi!!” bantah lelaki itu
“Ah diam kau ! tak usah mengelak lagi kau pasti pembunuh gila yangh sedang dicari” langsung Ridwan memukul leher lelaki itu, Gina mundur kebelakang karena takut dan lelaki itupun pingsan tak bergerak.
“Nona, sekarang anda tidak perlu khawatir lagi karena kita telah menangkap orang gila ini, sebaikknya kita ikat dia sebelum tersadar. Apakah ada tali untuk mengikatnya?” Tanya ridwan dengan nafas yang terengah-engah karena cemas memukul lelaki itu.
“Ada.. dilantai dua !ayo cepat kita keatas mengambil tali” jawab gina
Merekapun menuju lantai dua untuk mengambil tali, tapi tiba-tiba lelaki itu terbangun dengan merasa pusing kepalanya tapi ia cepat langsung menelpon kantor polisi, tapi apa yang terjadi?? Berulang kali ia tekan tombol telpon itu tapi tak terdengar suara, karena merasa heran dan bingung, diperiksanya dan..
“Apa ? kabel nya putus ? jadi dia menelpon tadi..??? ternyata ada yang tidak beres disini”
Segera lelaki itu menuju lantai dua. Dilantai atas disebelah kiri tangga terlihat kamar dan diceknya kamar tersebut. Tapi tak ada mereka hanya sebuah buntalan putih panjang tergeletak diujung kamar. Karena penasaran dengan buntalan panjang tersebut, dibukanyalah buntalan itu. Dan tiba tiba! “Innalillahi…siapa ini ??” terkejut ia melihat ternyata sesosok mayat yang hampr membusuk. Ternyata mayat tersebut adalah mayat Bapak Ryntoro sang pemilik rumah. Langsung saja lelaki itu mengejar dan mecari perempuan itu.
Ditempat lain disaat ridwan dan Gina sedang sibuk mencari tali sambil mengobrol
“Nona , benar-benar besar rumahmu ya ? saya sangat suka rumah nona, andai rumah saya seperti ini” tapi Gina diam saja tidak mengeluarkan kata satupun.
“Ridwan coba kau ambil tali digudang itu, disana ada banyak” perintah Gina pada Ridwan. Ketika ridwan masuk keruangan itu, langsung muncul lelaki polisi itu meghantam Gina dengan besi panjang
“Dasar gadis biadab!! Mati kau!!!” tapi Gina mengelak dan berteriak , Ridwan pun terkejut dan langsung berlari keluar gudang
“Hey !! apa yang kau lakukan ?? “ Tanya ridwan pada lelaki itu
“Kau tidak mengerti ya? Wanita itu yang gila? “
“Apa maksudmu? Kau lah yang gila!!!! Rasakan ini !!! ridwanpun langsung menyerang lelaki itu dengan mendorongnya keluar jendela dan terjatuhlah lelaki itu. Kaca jendela berhamburan langit membasahi darah yang mengalir dari tubuh lelaki itu yang tak bernyawa lagi karena terjatuh.
“Dasar lelaki gila aneh !!! mati lah kau!!” teriak ridwan.
“ Tenang lah nona sekarang kita aman dan benar-benar aman. Kita tak perlu khawatir lagi” Tapi Ginapun langsung mengambil besi yang dipegang sang lelaki tadi dan langsung cepat Gina memukul tangan dan kaki Ridwan itu sambil tertawa.
“Aa… aa. Apa yang nona lakukan ??? kenapa nona memukul saya?” merintih Ridwan kerana dipukul dan ia mundur karena takut.
“Hahaha….haha… bukankah ini adalah hari yang indah??? Kenapa kau ini?? Hahhaha sekarang kau akan membunuh mu, karena akulah pembunuh itu..!!!tidak!! aku bukan pembunuh !! aku gadis cantik! Kaulah yang pembunuh !! kaulah yang membunuh kucingku!! Padahal aku ingin memasak kucingku itu, tapi kau bunuh!!!” terbahak-bahak ia berbicara dan tidak karuan. Ridwan semakin terpojok dan takut .
“Jadii… kau selama ini berpura-pura? Kau gila!! Siapa kau ini???”
“Ah sudahlah ! sekarang kau akan mati ! karena kau telah membunuh kucingku!!hahhahaha….!!! matilah kau….!”
“Jangaaaaaaaa………..n..aaaaaaaaggggh….!!”
Deras air hujan mengguyur kebumi membasahi tawa sang wanita dengan bau anyir yang bergabung dalam hujan. Tiada lagi teriakan rasa takut hanya terdengar bahakan yang mengema dirumah berbau darah.
“Selamat malam , berita terbaru telah dikabarkan bahwa pasien yang kabur dari Rumah Sakit Jiwa Nusantara salah satu yang sangat berbahaya bernama Gina Noviyanti. Harap par a penghuni rumah berhati-hati…..” “klik!!”
“berisik sekali televisi ini mencari-cariku , aku ini bukan artis, tapi pejabat cantik” teratwa gina sendirian.
“Hallo mama? Kapan mama pulang ? Gina kangen mama papa!Gina bosen sendirian..Ia .. Gina baik kok”
Senandung rindu terucap ditelpon tanpa sambungan, terdengar ditelinga Gina sang wanita Gila yang berbau anyir ditubuhnya.



Ahmad Badarudin, Palembang, 04 November 1990, Mahasiswa Universitas PGRI Palembang, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,Semester I (satu), Kelas I C, 08994920443/07117788486.

Selasa, 14 Desember 2010

sinopsis, IKTISAR, DAN ringKASAN

Tujuan membuat sinopsis, ikhtisiar, dan ringkasan adalah sebagai suatu usaha bagaimana cara meningkatkan minat pembaca dalam membaca buku, karena dengan begitu dapat meningkatkan pengetahuan mereka.

Sinopsis
Menurut Moeliono (1988) sinopsis adalah karangan ilmiah yang biasanya diterbitkan bersama-sama dengan karangan asli. Yang menjadi dasar sinopsis itu adalah ringkasan dan abstrak.

Cara membuat sinopsis adalah sebagai berikut :
a) Membaca naskah asli terlebih dahulu untuk mengetahui kesan umum penulis.
b) Mencatat gagasan utama dengan menggarisbawahi gagasan yang penting.
c) Mmenulis ringkasan cerdasarkan gagasan-gagasan utama sebagaimana dicatat pada langkah kedua. Gunakanlah kalimat yang padat, efektif, dan menarik untuk merangkai jalan cerita menjadi sebuah karangan singkat yang menggambarkan karangan asli.
d) dialog dan monolog tokoh cukup ditulis isi atau garis besarnya saja.
e) synopsis tidak boleh menyimpang dari jalan cerita dan isi dari keseluruhan karya yang asli.

Ikhtisiar
Menurut Juhara (2003). Ikhtisiar adalah penulisan pokok-pokok masalah penulisannya tidak harus berurutan, boleh secara acak atau disajikan dalam bahasa pembuat ikhtisar tanpa mengubah tema sebuah wacana. Ikhtisiar berfungsi sebagai garis-garis besar masalah dalam sebuah wacana yang berukuran pendek atau sedang.

Ikhtisiar yaitu penyajian singkat dari suatu karangan asli yang tidak perlu memberikan isi dari seluruh karangan itu secara proporsional.

Cara membuat ikhtisiar adalah sebagai berikut :
a) Membaca naskah asli beberapa kali (setidak-tidaknya dua kali).
b) Membuat kerangka bacaan dengan menuliskan pikiran utama atau pikiran pokokj yang terdapat dalam naskah.
c) Menulis ihtisiar.

Ringkasan
Ringkasan merupakan penyajian singkat dari suatu karangan asli, sedangkan perbandingan bagian atau bab dari karangan asli secara proporsional tetap di pertahankan dalam bentuknya yang singkat.

Ringkasan (precis) adalah suatu cara yang efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk yang singkat. Kata précis berarti memotong atau memangkas.
a) Membaca naskah asli
b) Kalau perlu diulang beberapa kali untuk mengetahui kesan umum tantang karangan itu secara menyeluruh. Penulis perlu juga mengetahui maksud pengarang dan sudut pandang pengarang.
c) Mencatat gagasan utama
d) Pencatatan itu dilakukan dengan tujuan. Pertama, untuk tujuan pengamanan agar memudahkan penulis pada waktu meneliti kembali apakah pokok-pokok yang dicatat itu penting atau tidak; kedua, catatan ini juga akan menjadi dasar bagi pengolahan selanjutnya. Tujuan terpenting dari pencatatan ini adalah agar tanpa ikatan teks asli, penulis mulai menulis kembali untuk menyusun kembali untuk menyusun sebuah ringkasan dengan mempergunakan pokok-pokok yang telah dicatat.
e) Mengadakan reproduksi
f) hal yang harus diperhatikan bahwa dengan catatan tadi, ia harus menyusun suatu wacana yang jelas dan dapat diterima akal sehat, dan sekaligus menggambarkan kembali isi dari karangan aslinya.
g) Ketentuan tambahan
h) Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ringkasan itu diterima sebagai suatu tulisan yang baik. => A). Sebaiknya dalam menyusun ringkasan dipergunakan kalimat tunggal dari pada kalimat majemuk. Kalimat majemuk menunjukan bahwa ada dua gagasan atau lebih yang bersifat paralel. Bila kalimat majemuk telitilah kembali apakah tidak mungkin dijadikan kalimat tunggal. => B). Bila mungkin ringkaslah kalimat menjadi frasa, frasa menjadi kata. Begitu pula rangkaian gagasan yang panjang hendaknya diganti dengan suatu gagasan sentral saja. => C). Jumlah alinea tergantung dari besarnya ringkasan dan jumlah topik utama yang akan dimasukkan dalam ringkasan. Alinea yang mengandung ilustrasi, contoh, deskripsi, dan sebagainya dapat dihilangkan, kecuali yang dianggap penting. => D). Bila mungkin semua keterangan atau kata sifat dibuang. Kadang-kadang sebuah kata sifat atau keterangan masih dipertahankan untuk menjelaskan gagasan umum yang tersirat dalam rangkaian keterangan, atau rangkaian kata sifat yang terdapat dalam naskah.

Skema langkah-langkah dalam membuat sebuah ringkasan:


Persamaan ringkasa, ikhtisiar, dan synopsis yaitu:
Pada prinsipnya synopsis, ringkasan dan ikhtisiar, sama-sama meringkas suatu cerita atau bacaan yang kita baca dengan mengambil intisari atau ide pokok dari suatu karangan yang kita baca.

Sama-sama mempunyai langkah-langkah atau metodologi yang sama yaitu:
Bacalah naskah dua kali
a) Catatlah semua judul, semua topik.
b) Cocokan catatan anda dengan naskah asli.

Susunlah draft sementara dengan mempergunakan catatan di atas (jangan pakai naskah asli).
a) Periksa gaya, tata bahasa dan tanda baca!
b) Tulis kembali dengan rapi, mulai dari judul sampai dengan topik!
c) Periksa kembali apakah ada kesalahan!
d) Cocokanlah jumlah kata dan selesaikanlah!

Perbedaan ringkasan, ikhtisiar, dan synopsis yaitu:
Sinopsis adalah ringkasan pendek dari suatu cerita (cerita pendek, novel, roman, dan karya-karya sastra yang lainnya) atau karangan.

Ikhtisiar ialah bagian yang sangat penting setelah membuat kesimpulan dan rekomendasi. Ikhtisiar mengandung topik persoalan dan tujuan yang akan dicapai melalui topik tersebut.

Pengertian ikhtisiar (summary) merupakan suatu bagian dari tulisan yang menyampaikan suatu informasi yang penting dari sebuah tulisan dalam bentuk yang sangat singkat.

Ringkasan sebagai suatu keterampilan memproduksi suatu buku teks atau karangan tertentu. Untuk menjadi seorang yang membuat reproduksi yang baik harus benar-benar mengetahui dan memahami ini sebuah buku atau karangan.

Contoh ringkasan

a) Sekitar 30.000 hingga 50.000 orang yang berkumpul di kota Hiroshima, Jepang, mengheningkan cipta selama 60 detik. Hal itu mereka lakukan untuk mengenang peristiwa mengerikan ketika Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di kota itu tanggal 6 Agustus 1945.
b) Orang-orang yang hadir di Peace Memorial Park Hiroshima itu mengenakan ikat kepala untuk mengenang tewasnya sekitar 14.000 orang akibat bom.
c) Menurut Tadatohsi Akiba, Walikota Hiroshima, akhir perang dunia II tidak secara otomatis mengantarkan kita ke abad perdamaian dan kemanusiaan. Masih banyak bentuk kekerasan lain.
d) pelepasan ratusan burung dara putih dan paduan suara anak yang menyanyikan lagu perdamaian turut menyemarakan upacara peringatan itu.
e) Jepang menyerah pada Perang Dunia II, tanggal 15 Agustus 1945.

Contoh Ikhtisiar

Sekitar 30.000 hingga 50.000 orang berkumpul di kota Hiroshima, Jepang untuk mengenang peristiwa jatuhnya bom atom di kota itu pada tanggal 6 Agustus 1945 yang menewaskan sekitar 14.000 jiwa. Mereka bersama-sama mengheningkan cipta selama 60 detik dan melepaskan ratusan burung dara pada upacara peringatan ini. Upacara tersebut akan dilanjutkan pada hari Kamis 9 Agustus 2001 di kota Nagasaki yang 56 tahun yang lalu juga dibom oleh AS sehingga menewaskan sekitar 70.000 orang pada peringatan itu Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi meminta kepada seluruh dunia untuk menghapus senjata nuklir.

Contoh Sinopsis

Synopsis Cerpen “Bulan Mati”.
Seorang laki-laki bernama Enos dan wanita bernama Ina saling jatuh cinta. Kedua keluarga, baik dari pihak Enos maupun Ina tidak menyetujuinya dan menentang keras hubungan mereka. Masalah kehormatan dan adat istiadat membuat jarak panjang yang tak terselesaikan.

Kedua ayahnya mengancam akan membunuh jika mereka masih saling mencintai. Ancaman ini bukan hanya kepada Enos dan Ina tetapi juga kepada ayah mereka masing-masing.

Ketika Enos sedang berduaan dengan Ina muncullah Amalodo, ayah Ina dengan amarahnya. Ia langsung menembak Enos hingga meninggal kemudian Amalodo meladeni berduel ketengah lautan Matekato, ayah Enos. Mereka memancing bersama. Mungkin inilah bentuk berduel ala mereka. Pemenangnya yang mendapatkan ikan paling banyak, paling besar, atau yang pertama memperoleh ikan.

Namun, sayang sekali saat itu bulan mati, sehingga tidak ada ikan. Yang terkena kail malah mayat Ina. Ina telah mati menceburkan diri kelaut mengikuti Enos.


Daftar Pustaka
Keraf, Gorys. Komposisi. Jakarta: Nusa Indah , 1993.
Sahara, Siti, dkk. Keterampilan Berbahasa Indonesia. Jakarta: FITK UIN Jakarta, 2008.